Prof. Dr. Ir. Ni Luh Kartini Hadiri Pelantikan Tani Merdeka, Dorong Olahan Sampah Rumah Tangga Jadi Pupuk Premium Berbasis Pariwisata
FbN-RI.com – DENPASAR | Prof. Dr. Ir. Ni Luh Kartini menghadiri Pelantikan Pengurus Tani Merdeka Provinsi Bali di Aula Korem 163/Wira Satya, Denpasar, Minggu 19 April 2026.
Kegiatan kolaborasi lintas sektor tersebut dihadiri langsung Don Muzakir Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Tani Merdeka Indonesia .
Pelantikan ini menjadi momentum penguatan strategi pertanian Bali yang terintegrasi dengan pariwisata dan penanganan lngkungan.
Prof. Ni Luh Kartini menegaskan, Bali punya peluang besar menjadikan sampah rumah tangga sebagai sumber daya ekonomi baru melalui produksi pupuk organik kelas atas.
“Bali salah satu daerah pariwisata dunia, Hotel, restoran, dan rumah tangga menghasilkan sampah organik melimpah setiap hari, Ini bukan musibah sampah, tetapi harta yang tersembunyi berupa bahan baku.
Pengolahan sampah organik terintegrasi berbasis kawasan,akan menghasilkan pupuk premium, yang bisa suplai kebutuhan pertanian, lanskap hotel, hingga taman-taman wisata,” ujar Prof. Ni Luh Kartini.
Ia mendorong Tani Merdeka Bali menggandeng TNI, desa adat, dan pelaku pariwisata untuk membangun rantai pasok: dari pemilahan sampah di sumber, pengomposan skala komunitas, sertifikasi mutu pupuk, hingga kemitraan dengan industri hospitality.
“Petani kita naik kelas kalau produknya masuk ke ekosistem pariwisata. Bayangkan beras, sayur, dan buah Bali dipupuk dari olahan sampah hotel bintang lima. Dampaknya nilai jual pariwisata berkelanjutan yang tidak dimiliki daerah lain,” tambahnya.
Untuk itu ia mendorong Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia secara maksimal gagasan tersebut dan menyatakan siap mendukung lewat program pendampingan, bantuan alat pengolah sampah organik, dan akses pasar.
“Korem 163/Wira Satya merupakan rumah untuk kolaborasi, bahkan TNI punya Babinsa sampai ke desa, untuk bisa kawal program pemilahan sampah dan distribusi pupuk organik ini sampai tuntas.
Program pilot project akan dimulai dibeberapa kabupaten dengan konsep, Ekonomi Sirkular Pariwisata sampah organik hotel dan rumah tangga, pupuk premium lahan pertanian dan lanskap wisata, produk pertanian, sehat kembali ke meja hotel dan restoran.
Disisi lain, tanah sawah di Bali sebagai besar banyak kandungan asam, jadi tak bisa dipungkiri miskin organik. Menurut Prof Luh Kartini, C-organik 1℅ membuat kondisi tanah cepat padat, disamping itu daya simpan air rendah, tak hanya itu pupuk Kimia jadi lebih Boros dan kurang efektif, akibatnya hasil produktivitas turun meski pupuk digenjot.
Ia paparkan, 65℅ sampah yang dihasilkan dari rumah tangga hotel maupun restoran di Bali merupakan organik. Sejalan dengan konsep yang ia bangun, jika dikelola secara mandiri di Desa sampah tersebut bisa menjadi sumber pupuk organik melimpah, selebihnya tinggal menyisakan 35℅ anargonik dengan proses penanganan berbeda.
Menarkinya dari sisi pupuk organik dampaknya mengembalikan:
Pulihkan pH dan Kesuburan ( Kompos bersifat basa lemah dan kaya humus, aplikasi rutin naikan pH tanah asam sekaligus genjot C-organik dari 1℅ ke 5℅.
Ketahanan pangan, kedaulatan dan kemandirian, petani tidak lagi ketergantungan pupuk kimia bersubsidi.
Lebih lanjut katanya, dengan pupuk organik hasil panen meningkat 15 hingga 30 persen, ini krusial Bali tak lagi ketergantungan Beras dan sayuran dari luar pulau, poinnya keamanan pangan terjaga(red)
#ketahanan pangan #akademisi #tani merdeka indonesia





