BerandaDaerahKisah Owner Kebon Vintage Cars Bali Classic, Tekuni Mobil Klasik hingga Tambah...

Kisah Owner Kebon Vintage Cars Bali Classic, Tekuni Mobil Klasik hingga Tambah Pundi-pundi Keuangan

Kisah Owner Kebon Vintage Cars Bali Classic, Tekuni Mobil Klasik hingga Tambah Pundi-pundi Keuangan

FBN,RI.com | DENPASAR — Siapa sangka hobi mengoleksi mobil tua bisa menjadi karya seni yang menambah pundi-pundi keuangan. Hal itu dibuktikan Jos Darmawan, owner Kebon Vintage Cars Bali Classic, Biaung, Denpasar.

Berawal dari sekadar hobi, Jos Darmawan menekuni mobil klasik hingga menjadi koleksi bernilai seni dan ekonomi. Baginya, mobil tua klasik bukan sekadar kendaraan tua, melainkan karya seni.

Menurut Jos Darmawan, mobil klasik lahir dari desain bodi, lekukan, dan interior yang dibuat secara manual oleh tangan manusia. Estetika tinggi inilah yang tidak ditemukan pada mobil modern saat ini.

Ada sejumlah alasan mobil klasik dianggap sebagai karya seni. Pertama, desain buatan tangan. Sebagian besar mobil klasik digambar dan dibentuk oleh desainer otomotif yang mengutamakan keindahan estetika, bukan sekadar fungsi atau aerodinamika.

Kedua, detail material yang autentik. Ornamen krom, kayu asli pada dasbor, hingga lekukan logam yang khas menunjukkan keterampilan kerajinan tangan tingkat tinggi.

Ketiga, simbol sejarah dan zaman. Setiap mobil klasik merekam tren mode, kondisi sosial, serta kemajuan teknologi pada era pembuatannya.

Keempat, karakter yang kuat. Mobil zaman dulu memiliki jiwa dan keunikan visual yang membuatnya mudah dikenang.

Mobil Klasik kata Jos Darmawan, merawatnya bukan hanya soal nostalgia. Lebih dari itu, ia melihatnya sebagai bentuk apresiasi terhadap karya seni otomotif yang bernilai sejarah sekaligus berpotensi secara ekonomi.

Dari 180 Mobil Klasik yang ia pajang, satu diantaranya dianggap memiliki historis tinggi dan latar belakang yang tidak pernah hilang dimakan jaman. Yakni jenis Plymouth De Luxe, produksi tahun 1948 berkapasitas mesin hingga 4000cc, bukan sekedar mobil biasa, dokumen kepemilikanya masih tercatat atas nama Fatmawati istri Presiden pertama RI Sorkarno.

Penasaran! koleksi lainnya Mobil Ford keluaran tahun 1917, dalam kondisi masih bisa berjalan. Menarik nya lagi ada Bus Aekonik, armada transportasi dari Denpasar-Klungkung yang beroperasi diperkirakan mulai tahun 1968 hingga 1974. Bus kondisi masih hidup, original, dan layak jalan. Bus ini bahkan pernah dipinjam oleh Kementrian Perhubungan Pusat, untuk dipamerkan di Balai sidang sebagai bukti transportasi masa lalu, ujarnya.

Ayo! penghobi Mobil Klasik, jangan ditunda lagi, kunjungi Kebon Vintage Cars Bali Classic.

Menurut penuturan Jos Darmawan, ia menyebut Mobil Klasik koleksinya didominasi pabrikan asal Amerika, Jerman, Italia, dan Jepang dari berbagai merk.

Meski belum signifikan, museum Mobil Klasik miliknya mulai dilirik wisatawan baik lokal maupun manca negara, didominasi asal Australia. Untuk biaya perawatan dan karyawan tiket masuk dipatok 100.000 untuk orang dewasa.

“Pesan Jos Darmawan bagi penggemar otomotif. Bagaimana hobi tersebut bisa menjadi nilai tambah untuk Bali. Sehingga Bali tidak hanya bertumpu pada alam, adat dan budaya.Tetapi ada sisi lain yang bisa digali, yaitu dari katagori hobi yang mampu menyumbang pundi-pundi keuangan baru.

Kalau satu hobi bisa menambah kujungan wisata 0,1 persen, nah kalau ada 100 hobi, tidak dipungkiri bisa menambah kunjungan wisata 10 hingga 15 persen, kata Jos Darmawan (ranu)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments