Sekolah Lansia Hadir sebagai Ruang Belajar, Beraktivitas, dan Bersosialisasi bagi Lansia
FBN,RI.com — DENPASAR | Kegiatan Sekolah Lansia (SL) kembali dilaksanakan di balai banjar pada 24 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu ruang bagi para lansia untuk tetap aktif, mendapatkan pengetahuan, menjaga kesehatan,0 serta berinteraksi dengan lingkungan sekitar.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan suasana yang santai dan dekat dengan keseharian peserta. Para lansia mengikuti berbagai aktivitas bersama, mulai dari0 senam, penyampaian materi kesehatan, hingga komunikasi dan diskusi ringan. Kegiatan disampaikan dengan cara yang sederhana agar lebih mudah dipahami oleh peserta.
Pada kegiatan tersebut, perhatian terhadap kesehatan lansia menjadi salah satu bagian penting. Peserta diajak untuk lebih memperhatikan kondisi tubuh, menjaga pola hidup, dan tetap melakukan aktivitas fisik sesuai kemampuan. Kegiatan seperti senam juga menjadi salah satu aktivitas yang membantu peserta tetap bergerak dan tidak hanya berdiam diri di rumah.
Selain aspek kesehatan, hubungan sosial antar-lansia juga terlihat selama kegiatan berlangsung. Para peserta saling berbincang, bertukar cerita, dan mengikuti kegiatan bersama. Suasana tersebut menunjukkan bahwa Sekolah Lansia tidak hanya menjadi tempat memperoleh informasi, tetapi juga menjadi wadah untuk menjaga kebersamaan dan mengurangi rasa jenuh dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Dalam pelaksanaannya, peran keluarga dan kader juga menjadi bagian yang penting. Dukungan keluarga dapat membantu lansia untuk hadir dan mengikuti kegiatan, terutama bagi peserta yang membutuhkan pendampingan. Sementara itu, kader berperan dalam mendampingi peserta serta membantu menciptakan suasana belajar yang nyaman.
Hasil pengamatan selama kegiatan menunjukkan bahwa Sekolah Lansia memiliki manfaat yang cukup luas bagi peserta. Lansia tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk tetap aktif dan terlibat dalam kegiatan masyarakat.
Meski demikian, pelaksanaan kegiatan masih membutuhkan dukungan secara berkelanjutan, terutama dalam hal fasilitas, materi pembelajaran, pendampingan kader, serta dukungan keluarga. Dengan dukungan dari berbagai pihak, kegiatan Sekolah Lansia diharapkan dapat terus berjalan dan semakin menyesuaikan dengan kebutuhan para peserta.
Melalui kegiatan yang dilakukan secara rutin, Sekolah Lansia diharapkan dapat menjadi bagian dari lingkungan yang lebih peduli, aktif, dan ramah terhadap lansia. Keberadaan kegiatan ini juga menunjukkan bahwa lansia tetap memiliki ruang untuk belajar, bersosialisasi, dan berperan dalam kehidupan bermasyarakat.
am kehidupan bermasyarakat.(ranu)




