BerandaDaerahPutu Parta Tekankan FBN RI Turut Beri Penyuluhan di Sekolah, Kuatkan Pemahaman...

Putu Parta Tekankan FBN RI Turut Beri Penyuluhan di Sekolah, Kuatkan Pemahaman TidakTerpapar Transnasional

Putu Parta Tekankan FBN RI Turut Beri Penyuluhan di Sekolah, Kuatkan Pemahaman Tidak Terpapar Transnasional

FBN-RI.com – DENPASAR | Upaya mrnjaga kelestarian adat, budaya, dan spiritualitas Bali yang terus diperluas melalui kegiatan bertajuk “Strategi Penguatan Dresta Bali dalam mencegah dan menangkal Intervensi Sampradaya Asing Idiologi Transnasional” berlangsung di gefunv Ksirarnawa Art Center Denpasar, Jumat 3 April 2027

Kegiatan ini digagas oleh Dewan Pimpinan Daerah Forum Gerakan Adat Senusantara (DPD Forgas) Provinsi Bali. Lebih dari 35 suku bangsa di Indonesia, Bali menjadi salah satu wilayah yang memiliki kekuatan budaya berbasis adat, agama, dan tradisi yang sangat khas.

Dalam kontek Bali nilai-nilai tersebut terwujud dalam konsep ” Taksu Bali” yaitu kekuatan spiritual yang menjadi sumber kehidupan, keindahan, dan keharmonisan masyarakat. Konsep tersebut selaras dengan visi pembangunan Bali semesta berencana dalam kerangka “Nangun Sat Kerti Loka Bali”

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali di nilai sudah tepat dalam memperkuat Dresta Bali bagian upaya dalam menjaga kedaulatan adat dan budaya lokal.

Penguatan Dresta Bali (tradisi, adat, dan kearifan lokal Hindu Bali) merupakan langkah untuk mencegah dan menangkal intervensi sampradaya atau ideologi transnasional yang berfokus pada revitalisasi nilai-nilai lokal, serta penguatan kelembagaan adat, dan pendekatan secara persuasif.

I.B.Putu Parta SE.,SH.,selaku ketua Dewan Pimpinan Daerah Forum Bela Negara( DPW FBN) Republik Indonesia tegaskan, sampradaya non-dresta sering dinilai tidak sesuai dengan adat dan budaya Bali yang berbasis Tri Hita Karana.

Ia mendorong optimalisasi Perarem Desa Adat:
Desa adat didorong untuk membuat pararem (aturan desa) yang secara tegas melarang atau membatasi aktivitas sampradaya non-dresta di wilayah wewidangan (wilayah) mereka.

Disamping itu, pentingnya pemberdayaan Pecalang: melibatkan Pecalang dalam pengawasan dan penertiban kegiatan keagamaan yang berpotensi menyimpang dari dresta Bali di tingkat desa, tambahnya.

Revitalisasi Nilai Budaya dan Tradisi Bali
Penguatan Tri Hita Karana: Menanamkan kembali nilai-nilai harmoni antara manusia-Tuhan, manusia-sesama, dan manusia-alam, yang menjadi fondasi Hindu Bali, untuk membentengi umat dari ajaran yang eksklusif.

Edukasi “Hindu Dresta Bali”: Mengedukasi bahwa Hindu di Bali berlandaskan tattwa (filosofi), susila (etika), dan upacara (ritual) yang telah diwariskan.

I.B.Putu Parta tekankan Anggota DPD FBN RI Kabupaten/Kota se-Bali melakukan penyuluhan ke sekolah/generasi muda: Memberikan pemahaman sedini mungkin mengenai keunikan tradisi Bali agar tidak mudah terpapar paham transnasional.

Infiltrasi Budaya: Menjadikan nilai-nilai Pancasila dan kearifan lokal sebagai filter (penyaring) terhadap masuknya ideologi transnasional yang tidak sesuai dengan karakter masyarakat Bali.

Penguatan dresta Bali bukan berarti anti-asing, melainkan upaya menjaga taksu (aura) Bali dan kedaulatan adat dengan mempertegas bahwa tradisi lokal adalah akar dari kehidupan beragama di Bali.

Sikapi Pro Kontra Sampradaya Non Dresta Bali, mengedepankan pendekatan persuasif dan edukatif guna mencegah tindakan yang mengarah represif. Kepada kelompok sampradaya dalam menjalankan aktivitas(red)

Turut hadir
Ida Panglisir Putra Sukahet, Brigjen TNI(purn) Ketut Budiastawa S.Sos.,M.Si., I Gusti Made Sunartha S.Ag., M.M., Gede Mahardika, Sri Mahaprabhu Prahlada Pandya, Ida Rsi Agung Dwija Acarya Nanda, dan Dr.Drs. Kadek Arya Bagiastra SE.,SH.,MH.,M.M.,MBA.,F.SAI.,AAIJ.,AMRP.,CLA.,CTA.,CIAC., merupakan Ketua DPD Forgas Provinsi Bali

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments