Gubernur Wayan Koster di Forum Kristiani: Damai Dunia Dimulai dari Bali
FBN-RI.com – DENPASAR | Di tengah dunia yang masih diliputi konflik dan ketidakpastian, untaian doa bersama dipanjatkan dari Bali.
“Umat Kristiani berkumpul dalam forum FX Cellent Spirit, panjatkan doa kedamaian bagi dunia agar segala bentuk kekerasan dan peperangan segera berakhir.
Momen spiritual tersebut berlangsung khidmat, turut hadir Gubernur Bali, Dr. Ir. Wayan Koster, M.M., sebagai pemimpin dan perwakilan pemerintah Provinsi Bali.
Gubernur Wayan Koster menyampaikan edukasi sekaligus solusi atas berbagai persoalan kemasyarakatan yang dihadapi Bali saat ini.
Kehadirannya menjadi penanda bahwa ikhtiar spiritual dan kebijakan publik dapat berjalan beriringan.
Berserah pada Kuasa Tuhan:
Pendeta Jhonatan menegaskan esensi dari pertemuan tersebut. Menurutnya, hanya Tuhan yang memiliki kuasa untuk mendamaikan hati manusia dan menghentikan konflik.
“Umat diajak untuk menyerahkan segala keresahan akan pertikaian kepada Tuhan, agar damai sejahtera dapat kembali hadir di tengah-tengah kehidupan masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, “Kami berdoa agar Tuhan menyentuh hati setiap pemimpin dan manusia di dunia ini. Hanya kasih dan kuasa Tuhan yang mampu mengganti kebencian dengan persaudaraan dan kedamaian.
Doa Lintas Provinsi, Harapan untuk Indonesia:
Kegiatan FX Cellent Spirit ini turut dihadiri para pendeta dari 38 provinsi. Mereka berharap doa bersama ini menjadi awal bagi terciptanya dunia yang lebih aman dan penuh kasih, khususnya untuk Indonesia.
Sebuah pesan khusus dititipkan bagi generasi muda: pertahankan persatuan antarumat beragama dan teruskan cita-cita pejuang untuk bangsa dan tanah air Indonesia. Namun semua itu, harus dibarengi dengan doa.
Acara berlangsung lancar dan penuh khidmat. Dari Bali, sebuah pesan sederhana namun mendalam kembali digaungkan. Bahwa di tengah upaya diplomasi dan politik, doa tetap menjadi bahasa universal untuk merajut perdamaian.
Karena bagi mereka yang berkumpul hari itu, perdamaian bukan sekadar absennya perang. Ia adalah hadirnya kasih di antara sesama manusia.(red)





