BerandaDaerahBrigjen TNI(purn) dr. Made Mardika Galungan dan Kuningan Dimaknai Sebagai Introspeksi Diri

Brigjen TNI(purn) dr. Made Mardika Galungan dan Kuningan Dimaknai Sebagai Introspeksi Diri

Brigjen TNI (purn) dr. Made Mardika Galungan dan Kuningan Dimaknai Sebagai Introspeksi Diri

FBN,RI.com – Tabanan | Galungan dan Kuningan 1948 Caka ini dimaknai oleh Brigjen TNI (Purn) dr. Made Mardika, Sp.PD.,MARS.,FINASIM.,salah satu putra terbaik Bali, lahir di Desa Perean, Kecamatan Baturiti Tabanan, Bali, sebagai momentum untuk memperkuat Taksu Bali

Brigjen TNI (purn) dr. Made Mardika katakan, Taksu Bali merupakan prilaku, ia ada saat kita berkarya dengan Iklas, masyarakat melestarikan budaya “Ajeg Bali,” Lestarikan bahasa Bali, serta birokrasi melayani tanpa pamrih.

Menjaga Taksu Bali berarti turut dalam menjaga keseimbangan dalam konsep Tri Hita Karana, yakni hubungan harmonis dengan Tuhan, sesama manusia dan alam semesta.

Ia mendorong masyarakat Bali Galungan dan Kuningan 1948 caka sebagai momentum penting untuk mulat sarira atau introspeksi diri.

Untuk itu, mari kita maknai hari suci ini dengan Mulat Sarita,” Introspeksi diri, memperkuat srada bhakti, serta mengamalkan nilai Tri Hita Karana,” dalam setiap langkah dan pengabdian, ujarnya.

Lebih lanjut ujarnya, Galungan dan Kuningan bukan sekadar perayaan, tetapi ajakan membangun dan memperkuat seni, adat, serta budaya Bali dalam bingkai Tri Hita Karana.

Untuk itu, hanya dengan menjaga hubungan harmonis dengan Tuhan, sesama, dan alam, warisan budaya kita akan tetap ajeg dan hidup di generasi mendatang.(red)

#Rahajeng Galungan Kuningan #Rahayu

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments