BersinaRun Rave Digelar di Denpasar, Padukan Olahraga, Budaya, dan Edukasi Antinarkoba
FBN,RI.com — DENPASAR | Upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika di Bali terus dikembangkan melalui pendekatan yang melibatkan masyarakat secara langsung. Salah satunya dengan mengemas pesan antinarkotika melalui olahraga dan aktivitas kreatif yang mendorong pola hidup sehat.
Hal itu disampaikan dalam konferensi pers komunitas Hore Run bersama Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali Brigjen Pol. Dr. Putu Putera Sadana, S.I.K., M.Hum., M.M., Rabu (17/9/2026) di Kebon Vintage, Biaung, Denpasar.
Kegiatan bertajuk “BersinaRun Rave” akan digelar pada 17 Oktober 2026 di Kebon Vintage dengan target 1.000 peserta. Untuk itu panitia menyiapkan doorprize satu unit motor listrik.
Menariknya kegiatan yang dikemas melalui dua kategori lari, yakni lari 5 kilometer dan family run 3 kilometer. Selain olahraga, acara juga dimeriahkan pertunjukan musik, permainan tradisional, kegiatan layangan, serta hiburan musik dari BNN Kabupaten Karangasem.
Disamping itu, panitia juga menyiapkan penghargaan bagi peraih podium pertama hingga ketiga untuk kategori putra dan putri.
Kepala BNNP Bali menegaskan, upaya pencegahan dan pemberantasan narkotika merupakan amanat Undang-Undang Narkotika yang mencakup pencegahan, pemberantasan, dan penguatan rehabilitasi.
Menurut Putera Sadana, pendekatan kepada masyarakat perlu dilakukan dengan metode kreatif dan mudah diterima, terutama untuk membangun kesadaran tentang bahaya narkotika.
“Kami juga menitipkan pesan tentang bahayanya narkotika. Metode yang sudah dikemas tentunya sudah disiapkan,” ujar Putera Sadana.
Ia menjelaskan, olahraga dapat menjadi sarana mendorong perubahan pola pikir dan kebiasaan masyarakat.
“Mindset yang kita ubah, dan yang kedua dapat merubah kebiasaan. Selama ini mungkin mindset-nya masih senang pulang pagi, mari kita coba ubah untuk lari pagi,” katanya.
Pendekatan tersebut diharapkan mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, memiliki aktivitas positif dan gaya hidup lebih sehat.
Putera Sadana juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah dan masyarakat, untuk mewujudkan Bali Bersih Narkoba. Ia menyebut pentingnya penguatan gerakan pencegahan sejak dini melalui konsep Anak Bersinar.
Sementara itu, pemilik Kebon Vintage Jos Darmawan menyampaikan dukungannya. Ia menilai pendekatan melalui olahraga dan hiburan merupakan gagasan kreatif dalam menyampaikan pesan pencegahan narkoba.
“Ini luar biasa, sangat kreatif dan dinamis,” ujar Jos Darmawan.
Ia menyoroti pentingnya sosialisasi pencegahan narkoba dilakukan lebih agresif dan tidak hanya melalui forum formal. Edukasi bahaya narkoba perlu masuk ke ruang tempat masyarakat berkumpul, termasuk komunitas dan tempat nongkrong.
“Sosialisasi harus agresif, termasuk di coffee shop dan ruang-ruang komunitas,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, panitia juga mengemas atraksi budaya lokal yang disebut “mebedilan” sebagai bagian dari permainan dan interaksi peserta. Rute lari juga dirancang melewati kawasan Desa Kertalangu.
Melalui semangat Bali Bersinar, kegiatan ini diharapkan tidak berhenti sebagai seremonial, tetapi mendorong perubahan pola pikir dan kebiasaan masyarakat menuju gaya hidup sehat dan menjauhi narkotika.(ranu)





