15 Dosen Warmadewa Jadi Juri Bulan Bung Karno, Sinergi Desa Sumerta Kauh Tanamkan Nilai Kebangsaan
FBN,RI.com – DENPASAR | Semangat nasionalisme kembali digaungkan Desa Sumerta Kauh melalui rangkaian Bulan Bung Karno 2026 yang digelar Minggu 21/6/2026 di Kantor Perbekel.
Untuk itu, sebanyak 15 dosen Universitas Warmadewa didaulat jadi dewan juri berbagai lomba, dari tingkat SD sampai Karang Taruna.
Perbekel Desa Sumerta Kauh I Wayan Sentana membuka kegiatan. Sebagai alumni Unwar, ia mengapresiasi antusiasme peserta yang tetap tinggi meski bertepatan hari raya dan masa libur.
“Semangat generasi muda dan masyarakat Sumerta Kauh patut diapresiasi. Ini ruang penting menanamkan nilai kebangsaan, cinta tanah air, dan penghormatan pada jasa pendiri bangsa,” ujarnya.
Ia juga berterima kasih ke dosen Unwar yang hadir. “Kehadiran akademisi memberi nilai tambah sekaligus jamin objektivitas penilaian,” tambah Sentana.
Cabang Lomba dan Dewan Juri:
Menyanyi Lagu Kebangsaan SD: Juri oleh Ni Wayan Ditha Sasmitha, I Made Aditya Mantara Putra, Anak Agung Rai Asmani
Juri pembacaan Teks Pancasila SD: Made Anggita Wahyudi Linggasani, Ni Made Ayu Gemuh Rasa Astiti, Gde Wikan Pradnya Dana
Pembacaan Pembukaan UUD 1945 SD: Juri, I Made Suniastha Amerta, Ni Made Anggriyani, I Dewa Ayu Eka Pertiwi
Membaca Puisi SMP: Dewan Juri Anak Agung Putu Sugiantiningsih, I Putu Adi Permana Putra, Rhesa Anggara Utama
Pidato Karang Taruna: Juri dipimpin oleh Anak Agung Gde Krisna Paramita, I Wayan Werasmana Sancaya, I Kadek Ari Putra
Keterlibatan dosen lintas fakultas ini menegaskan komitmen Unwar memperkuat karakter kebangsaan. Sebagai kampus berwawasan nasionalisme, Unwar terus hadir di kegiatan sosial untuk bentuk karakter generasi muda.
Kolaborasi Desa Sumerta Kauh dan Unwar jadi contoh sinergi positif pemerintah desa dan perguruan tinggi dalam membangun SDM berkarakter dan berwawasan kebangsaan.
Melalui Bulan Bung Karno 2026, Sumerta Kauh menegaskan komitmen internalisasi nilai perjuangan Bung Karno. Kegiatan berlangsung meriah dengan dukungan luas warga. Diharapkan agenda serupa terus berlanjut sebagai sarana pendidikan karakter.(red)





