BerandaDaerahKalau Pengawasan Cuma Slogan, MBG Tinggal Tunggu Waktu Jadi Bancakan

Kalau Pengawasan Cuma Slogan, MBG Tinggal Tunggu Waktu Jadi Bancakan

Kalau Pengawasan Cuma Slogan, MBG Tinggal Tunggu Waktu Jadi Bancakan

FBN,RI.com — BALI | Program Makan Bergizi Gratis lahir dari niat baik. Menurunkan stunting, mengisi perut anak, menjaga masa depan bangsa. Tapi niat baik tanpa tata kelola yang bersih ibarat membangun rumah di atas rawa. Semakin dipaksa, semakin dalam tenggelam.

Faktanya, kerumitan MBG terbentang dari dapur hingga distribusi. Pengadaan bahan pangan, penunjukan mitra, logistik, hingga kualitas gizi. Setiap titik itu adalah pintu. Dan setiap pintu yang tidak dikunci rapat akan mengundang maling.

Publik sudah terlalu sering melihat program besar berubah jadi “proyek”. Awalnya jargonnya muluk, untuk rakyat, untuk anak. Ujungnya, laporan serapan anggaran tinggi, tapi mutu di lapangan amburadul.

Pola pengawasan hari ini masih basa-basi. Audit internal, laporan seremonial, kunjungan pejabat bawa kamera. Itu bukan pengawasan, itu pencitraan.

Untuk itu, MBG butuh pengawas yang taringnya tajam dan matanya tidak silau anggaran. Libatkan wartawan untuk membongkar lapangan, bukan menulis rilis. Libatkan akademisi untuk membedah kebijakan, bukan jadi tim sukses. Libatkan masyarakat dan orang tua murid untuk mengawasi piring anaknya itu sendiri.

Transparansi bukan pilihan, buka data pengadaan, buka harga satuan, buka daftar penerima, buka hasil uji gizi. Kalau bersih, kenapa takut? Kalau takut dibuka, publik berhak curiga dong.

Pertanyaan kuncinya sederhana, layakkah MBG terus dipaksakan dengan pola yang sama? Jawabannya tergantung keberanian pemerintah membedah dirinya sendiri, membedah program MBC yang menjadi sarang korupsi model baru.

Sebab !! jika MBG gagal, yang rugi bukan menteri atau pejabat. Yang rugi anak-anak yang hari ini masih menunggu sepiring gizi, tapi besok hanya dapat janji.

Gizi anak tidak bisa ditambal dengan slogan. Integritas tidak bisa dibeli dengan seremoni. MBG harus dibenahi total, atau berhenti sebelum melukai lebih banyak orang.( Humas FBN RI Bali)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments