Dr.A.Agung Putu Sugiantingsih Tegaskan Hasil Penelitian Bukan hanya Sekedar Dokumen Akademis
FBN,RI.com – BADUNG | Universitas Warmadewa kembali membuktikan peran sentral kampus untuk masyarakat, melakukan peneliti dengan menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Pembangunan Pengelolaan Sampah Berbasis Komunitas” di Desa Darmasaba, Abiansemal, Badung, Sabtu 13 Juni 2026.
Langkah ini menjadi wujud nyata, sejalan dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu dharma penelitian.
Untuk itu, kampus hadir memberi solusi atas polemik sampah yang masih membelit Bali, termasuk Desa Darmasaba.
“FGD menghadirkan narasumber, Dr. I Made Adiwidya Yowana, SH.,M.H.Li., dan Anak Agung Adhi Dermawan, ST., MT. Kedua nara sumber mengupas tuntas penguatan tata kelola Tempat Pengolahan Sampah – Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) berbasis komunitas.
Dalam penegasanya, tanpa partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat, TPS 3R hanya jadi bangunan tanpa fungsi.
Kegiatan ini dihadiri Perbekel Desa Darmasaba, Ketua BPD, Sekretaris Desa, Ketua LPM, Ketua TPS 3R dan Penyuluh Desa, Ketua TP PKK beserta jajaran, perangkat desa, tokoh masyarakat, Ketua Karang Taruna, Jegeg Bagus Darmasaba, dan Ketua Pemuda Peduli Lingkungan.
Kolaborasi lintas sektor ini menunjukkan keseriusan bersama menyelesaikan persoalan sampah dari hulu.
Ketua Tim Peneliti Dr. Anak Agung Putu Sugiantingsih, S.IP.,M.AP., bersama tim dan mahasiswa menegaskan keberlanjutan program.
“Kami berharap hasil penelitian ini tidak berhenti jadi dokumen akademis. Harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat Desa Darmasaba, khususnya pengembangan teknologi di TPS 3R dengan memberdayakan komunitas,” tegasnya.
Tak hanya akademisi, FGD juga menghadirkan pencipta mesin AWS dari luar Bali yang berbagi pengalaman praktis penanganan sampah.
Untuk itu, Teknologi ini diharapkan bisa diadopsi warga Darmasaba agar penanganan sampah lebih efektif dan efisien.
Sebagai bentuk nyata hasil penelitian, tim menyerahkan buku panduan penggunaan teba modern. Buku ini akan dicetak sebagai buku saku agar mudah dipraktikkan warga di rumah.
Rangkaian acara ditutup dengan penyerahan sertifikat apresiasi kepada Desa Darmasaba dan para narasumber. Kegiatan FGD menegaskan komitmen bersama menuju Badung yang lebih bersih dan berkelanjutan. (red)





